Dihukum Terkait Kasus ITE, Perempuan di Aceh Bawa Bayi 6 Bulan ke Bui

Dihukum Terkait Kasus ITE, Perempuan di Aceh Bawa Bayi 6 Bulan ke Bui

RAKSASAPOKER Seseorang wanita di Aceh Utara, Aceh, Isma Khaira menempuh hukuman penjara bersama bayinya berumur 6 bulan. Isma didiagnosa 3 bulan penjara terpaut permasalahan ITE.

” Bunda itu telah didiagnosa 3 bulan penjara. Baru dieksekusi oleh Jaksa ke Rutan Lhoksukon,” kata Kepala Kantor Daerah Departemen Hukum serta HAM( Kanwil Kemenkumham) Aceh, Heni Yuwono, Senin( 1/ 3/ 2021).

Heni berkata Isma bawa bayinya ke penjara sebab masih memerlukan air susu bunda( ASI). Bagi Heni, balita tersebut tidak ditahan tetapi dibawa orang tuanya ke penjara.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

” Sepatutnya( balita itu) di luar tetapi sebab memanglah kepentingan anak balita masih membutuhkan ASI kita dapat menerima balita tersebut terletak satu ruang dengan ibunya,” jelas Heni.

Ia menarangkan, grupnya tidak memiliki wewenang buat memutuskan Isma menempuh tahanan rumah ataupun kota. Heni menyebut, rutan cuma menerima titipan tahanan dari Jaksa.

” Itu yang berwenang mengganti tahanan kota/ rumah itu kewenangan yang nyidik misalnya penuntut universal Pak jaksanya memikirkan permohonan dari keluarganya itu dapat diizinkan tetapi sejauh diizinkan yang secara yuridis menahan,” jelas Heni.

” Jika kami sih monggo- monggo saja. Jika ditahan di rutan kita terima, ingin ditahan di rumah pula silakan itu wewenang pihak yang menahan,” sambungnya.

Buat dikenal, Isma didiagnosa 3 bulan penjara dalam permasalahan pencemaran nama baik kepala desa( kades) di media sosial. Dilansir dari web formal Majelis hukum Negara Lhoksukon, permasalahan itu bermula dikala Kades Bahktiar bersama fitur desa menghadiri rumah tersangka di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pada Kamis( 2/ 4/ 2020).

Bahktiar diucap mau menuntaskan kasus sengketa tanah. Begitu datang, Bahktiar diucap menemukan makian dari suami korban dan dipukul oleh Bunda Isma.

Bahktiar tidak melaksanakan perlawanan serta memilah berangkat dari posisi. Insiden tersebut nyatanya direkam adik tersangka serta videonya diunggah di tim keluarga.

Tidak berapa lama, Isma diucap menggunggah video tersebut ke Facebook. Sehabis video tersebut viral, Bahktiar membuat laporan ke polisi.

Permasalahan itu juga diproses. Dalam sidang, Isma dituntut 5 bulan penjara tetapi hakim memvonisnya 3 bulan. Sepanjang sidang, Isma tidak menempuh hukuman penjara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *