Ngaku Membela Diri dari KDRT, Riska Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana

Ngaku Membela Diri dari KDRT, Riska Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana

RAKSASAPOKER Riska Kartika Dewi( 35) saat ini cuma dapat memandang jeruji besi. Iktikad hati membela diri dari kekerasan dalam rumah tangga( KDRT) yang dicoba si suami, Risma didakwa melaksanakan pembunuhan berencana.

Permasalahan dugaan pembunuhan berencana yang didakwakan kepada Riska berawal dari suatu kejadian yang terjalin di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu( 16/ 8/ 2020) jam 06. 00 Wib. Pada dikala itu, si suami, Hendra Supenda membangunkan Riska buat memohon duit dengan metode ditransfer.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

“( Hendra memohon duit kepada Riska) buat digunakan bermain permainan online oleh korban,” kata Direktur LBH Mawar Saron Jakarta, Ditho HF Sitompoel dalam penjelasan tertulis yang diterima Temaindonesiacom, Rabu( 27/ 1/ 2021).

Riska menolak permintaan tersebut dengan alibi telah tidak mempunyai duit. Tetapi pada dikala itu Hendra malah memarahi Riska dengan perkata yang tidak senonoh. Hendra menuduh Riska bagaikan wanita bayaran.

” Sehabis itu, terjadilah adu mulut serta penganiayaan berat kepada Riska oleh suaminya sendiri( korban),” tutur Ditho.

Di tengah KDRT itu, Hendra mengambil sebilah pisau dari dapur. Sejurus setelah itu, Hendra menodongkan serta melekatkan pisau ke arah leher Riska dan mengecam hendak membunuhnya apabila tidak diberikan duit.

” Mengalami ancaman tersebut Riska berupaya menjauhkan pisau tersebut dari lehernya serta terjadilah usaha tarik- menarik pisau antara Riska dengan korban( Hendra), sampai pada kesimpulannya korban tertusuk di bagian dada sebelah kiri,” ucap Ditho.

Mengenali Hendra tertusuk pisau, Riska panik. Bersama kerabatnya, dia bawa si suami ke rumah sakit. Tetapi sore harinya Hendra wafat dunia.

Atas perihal itu, Riska diproses secara hukum serta diadili di Majelis hukum Negara Jakarta Selatan( PN Jaksel). Pada 12 Januari 2021, Riska didakwa Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati. Riska pula didakwa Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan serta Pasal 352 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Yang Menimbulkan Kematian.

Ditho memperhitungkan dakwaan jaksa disusun secara spekulatif. Baginya, dakwaan yang disusun jaksa tidak cocok dengan kenyataan yang terjalin.

” Dakwaan jaksa penuntut universal batal demi hukum, karena penjelasan modul dakwaan disusun secara spekulatif dengan muat hal- hal yang tidak cocok dengan kenyataan/ realitas, yang berdampak salah arah/ misleading proses kepada Tersangka,” kata Ditho.

Ditho menegaskan apa yang dicoba Riska ialah aksi pembelaan terpaksa buat melindungi dirinya dari ancaman pembunuhan yang dicoba oleh suaminya. Oleh karenanya, ia memperhitungkan dakwaan jaksa wajib dinyatakan batal demi hukum, serta memohon supaya Riska dikeluarkan dari tahanan dan dicoba pemulihan serta rehabilitasi nama baik, harkat serta martabatnya.

” Persidangan berikutnya dengan jadwal Vonis Sela hendak dilangsungkan pada hari 2 Februari 2021 di Majelis hukum Negara Jakarta Selatan. Ayo bersama- sama kita kawal persidangan ini supaya Riska Kartina Dewi mendapatkan keadilan,” kata Ditho berharap.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *